Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

PERKEMBANGAN AWAL

  • Yayasan Persekolahan Kristen Protestan Maluku disingkat Yayasan PKPM merupakan Lembaga Pendidikan Swasta Nasional Indonesia yang merupakan kelanjutan dari MOLLUKSCHE CHRISTELIJKESCHOOL VERENEGING ( MVSV ) yang mulai berfungsi Tahun 1920.
  • Sesuai perkembangan MCSV pada tahun 1932 berubah menjadi CHRISTELIJKE HOLLANDS SCHOOL yang disahkan dengan besluit Gebernur jenderal Hindia Belanda No. 25, tanggal 28 Juli 1934 dan kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris No. 27 tanggal 12 November 1982 yang selanjutnya disempurnakan kembali dengan Akte Notaris Nomor 64 tanggal 18 juli 1987
  • Sekolah milik yayasan PKPM berada pada 3 lokasi yakni di Urimessing, Belakang Soya dan Tiouw – Saparua.
  • Motto dari MCSV adalah Yohanes 3 : 16 : "Karena Begitu Besar Kasih Allah Akan Dunia Ini, Sehingga dikaruniakan AnakNya Yang Tunggal, supaya Setia orang yang Percaya KepadaNya Tidak Binasa, Melainkan Beroleh Hidup Yang Kekal."
  • Tujuan yang hendak dicapai : "Maksud dan Tujuan MCSV adalah untuk membina para murid di Maluku supaya mereka dapat di bimbing secara rohani menuju suatu kehidupan kristiani demi hidup bermasyarakat."

PERKEMBANGAN SEBELUM PERANG DUNIA KE - II

  • Sebelum perang dunia ke – 2 telah didirikan sebuah sekolah Kristen di Kompleks Urimessing Ambon dengan nama "Eerste Christelijke Hollands Inlandsche School" ( Eerste Chr.H.I.S )
  • Selanjutnya berkembang dengan penambahan Tweede Chr, H.I.S. di Kompleks belakang Soya dan Derde Chr. H. I. S. di Kompleks Urimessing lagi.
  • Kemudian berkembang lagi dengan penambahan Eersre dan Tweede Chr. H. I. S. di Tiouw - Saparua dan Chr. H. I. S. di Piru ( Seram Barat ) serta Chr. H. I. S. Marthen Luther di Tual

PERKEMBANGAN SESUDAH PERANG DUNIA KE - II

  • MCSV berkembang terus dengan nama Christelijke Herstel Lagere School dengan bahasa pengantar bahasa Belanda di bawah Departemen Van Oriderwys, Kunsten en Wetenschab ( Departemen VOKW )
  • Sesuai dengan perkembangan Pendidikan di Indonesia, maka pada tahun 1951 Lagere School diganti dengan nama Sekolah rakyat ( SR ) dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia.
  • Karena murid semakin bertambah banyak maka dibukalah di urimessing SR Kristen A1, A2, A3, B1, B2, dan B3, sedangkan di belakang Soya A1, A2, B1 dan B2 yang berputar pagi dan siang.
  • Akibat dari kekurangan ruang belajar maka SR di urimessing A1 dan B1 dipindahkan di Batu Gantung dengan nama SR Kristen Rehoboth 1 dan 2 yang sesudah itu diambil oleh pengurus dari sekolah - sekolah GPM sebagai latihan bagi SGA Kristen
  • Pada tahun 1966 terjadilah perubahan di bidang pendidikan di Indonesia sehingga nama Sekolah Rakyat ( SR ) diganti menjadi Sekolah Dasar ( SD ).

PEKEMBANGAN NAMA MCSV MENJADI PPKPM

  • MCSV diakui sah dengan besluit Gubernur jenderal Hindia Belanda pada tanggal 28 juli 1934 nomor 25, kemudian pada rapat Badan Pengurus tanggal 24 Januari 1952 dirubah menjadi Perkumpulan Persekolahan Kristen protestan Maluku ( PPKPM ) yang berpusat di Kota Ambon.
  • Anggaran dasar PPKPM merupakan terjemahan dari Anggaran dasar MCSV dengan motto yang sama : Yohanis 3 : 16 "Karena Begitu Besar Kasih Allah Akan Dunia Ini, Sehingga dikaruniakan AnakNya Yang Tunggal, supaya Setia orang yang Percaya KepadaNya Tidak Binasa, Melainkan Beroleh Hidup Yang Kekal." 
  • PPKPM sejak itu berkembang terus dan memiliki :
    • TK Kristen Urimessing, Belakang Soya dan di Tiouw saparua masing - masing 1 buah.
    • SD Kristen Urimessing ada 4 buah yaitu : SD Kristen Urimessing A2, A3, B2 dan B3 ; di Belakang Soya ada 4 buah yaitu ; A1, A2, B1 dan B2 ; di Tiouw - Saparua ada 2 buah yaitu : SD Kristen Tiouw 1 dan 2.
    • Tanggal 01 Oktober 1951 didirikan sebuah SMP di Belakang Soya yang kini merupakan SMP Kristen di Urimessing.
    • Demikian pula pada tanggal 14 Oktober 1957 didirikan sebuah SMA Kristen di Urimessing.

PERKEMBANGAN PPKPM MENJADI YAYASAN PKPM

  • Dengan berkembangnya PPKPM dari tahun ke tahun pada tanggal 12 November 1982 oleh Badan pengurus PPKPM yang terdiri dari : Ketua Pdt F. C. Lewier, M.Th. dan Sekretaris J. Soselisa ( Pensiun ) menghadap Notaris Ny. J. M. de Fretes Tumbelaka, S.H. untuk membuatkan Akte Yayasan dengan nama : "Yayasan Perkumpulan Persekolahan Kristen Protestan Maluku" disingkat Yayasan PKPM dengan Nomor Akte 27.
  • Kemudian pada tanggal 18 Juli 1987 oleh Badan Pengurus Yayasan PKPM yang terdiri dari Ketua Pdt. F. C. Lewier, M.Th dan Sekretaris J. Latumeten ( Pensiun ) telah menghadap Notaris Tuasikal Abua S.H. untuk mengadakan penambahan satu pasal dan perubahan pada pasal 14 dari Akte Yayasan yang dibuah oleh dan dihadapan Ny. J. M. de Fretes Tumbalaka, S.H. tertanggal 12 November 1982, Nomor 27, sehingga Anggaran dasar Yayasan selanjutnya berbunyi : "YAYASAN PERSEKOLAHAN KRISTENPROTESTAN MALUKU" disingkat "YAYASAN PKPM" dengan nomor Akte 64.
  • Dalam perkembangan selanjutnya Yayasan PKPM diberi Piagam Akreditasi untuk SMA Kristen dengan predikat "DISAMAKAN" berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tanggal 20 Januari 1990 Nomor 009/C/Kep/I/1990 yang ditanda tangani oleh Direktur Sekolah Swasta a/n Dirjen Dikdasmen di Jakarta.
  • Juga Piagam yang sama diberikan untuk SMP Kristen dengan predikat "DISAMAKAN" berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaam Provinsi Maluku tanggal 16 Desember 1991, Nomor 165/I17/kpts/M/91 yang ditanda tangani oleh Direktur Sekolah Swasta a/n Dirjen Dikdasmen di Jakarta.

Beberapa tokoh sebagai Alumni dari Lembaga Pendidikan yang diasuh oleh Yayasan ini adalah :

  1. Bapak Mohammad Padang (Mantan Gubernur Maluku)
  2. Bapak Mohammad Kasim Soulissa (Mantan Sekda Maluku)
  3. Bapak Abdullah Soulissa (Mantan KDH Malteng)
  4. Bapak Mohammad Hentihu (Raja Buru)
  5. Bapak Umar Kasturian (Mantan KDH Malteng)
  6. Bapak Drs. S. Akyuwen (Mantan Wakil Gubernur Maluku)
  7. Bapak H. Rahajaan (Mantan Bupati Malra)
  8. Bapak Prof Dr. J. J. Lokollo, S.H. (Guru Besar Unpatti)
  9. Bapak Dr. L. W. J. Hendriks (Ketua BPH Sinode - GPM)

Back to top